Suatu hari
beberapa bulan lalu sekumpulan orang berjalan bersama dan berdiri dalam suara
kaki gunung pada tepi hutan tanpa matahari, gelap dan begitu dingin. Kemudian bersuara,“
kita perlu cahaya untuk melihat kemana kaki kita akan tertuju, dan
memperingkatkan kesadaran indra prasa tubuh. Aku akan membuatnya. Aku akan
membuat cahaya begitu saja, tidak ada yang akan melewatkannya, seperti suara
dan kabut pekat yang pernah ada, dan mereka akan menyebutnya Diskusi Angin.
Siapapun yang mendengar itu akan mengetahui kesedihan yang abadi jika mereka
diam dengan meringkus hidup dengan ketidakpedulian.”
Kaki Gunung
Kencana, 21 April 2016
Foto : Dudung
Naskah :
Wildness

Tidak ada komentar:
Posting Komentar