Kamis, 13 Oktober 2016

Diskusi Angin


Suatu hari beberapa bulan lalu sekumpulan orang berjalan bersama dan berdiri dalam suara kaki gunung pada tepi hutan tanpa matahari, gelap dan begitu dingin. Kemudian bersuara,“ kita perlu cahaya untuk melihat kemana kaki kita akan tertuju, dan memperingkatkan kesadaran indra prasa tubuh. Aku akan membuatnya. Aku akan membuat cahaya begitu saja, tidak ada yang akan melewatkannya, seperti suara dan kabut pekat yang pernah ada, dan mereka akan menyebutnya Diskusi Angin. Siapapun yang mendengar itu akan mengetahui kesedihan yang abadi jika mereka diam dengan meringkus hidup dengan ketidakpedulian.”

Kaki Gunung Kencana, 21 April 2016

Foto : Dudung
Naskah : Wildness

Tidak ada komentar:

Posting Komentar